Postingan

Menampilkan postingan dengan label mutu pelayanan kesehatan

ANGKA KEMATIAN DI RUMAH SAKIT, ADA APA DENGANNYA, ….

  Oleh: JONI RASMANTO, SKM, MKES* Tulisan   ini   terinspirasi   dari   pesan   singkat   seorang sahabat   yang   sedang   mengikuti   RAPAT   di   BAPPEDA, entah   apa   pembahasannya   di   awal   tahun   ini,   yang   ikut semua   SKPD:   “barangkali   perihal   kinerja   atau pertanggungjawaban   SKPD   tahun   2011,   atau   perihal LAKIP”. Bukannya tidak mau nanya sama yang bersangkutan.   Berbagai   indikator   jika   diberlakukan   dan   dijadikan   perhatian   berlaku   dan seharusnya   diberlakukan   dan   menjadi   perhatian   di   jajaran   pemerintah   daerah   dalam mengevaluasi kinerja pelayanan kesehatan baik itu di puskesmas dan atau di rumah sakit   daerah   dan   atau   di   Dinas   Kesehata...

MENYIKAPI PROGRAM 100 HARI MENKES RI KABINET INDONESIA BERSATU JILID II

MENYIKAPI PROGRAM 100 HARI MENKES RI KABINET INDONESIA BERSATU JILID II Oleh: Joni Rasmanto, SKM, MKes Setelah dilantik menjadi Menteri Kesehatan RI “Endang Rahayu Sedyaningsih” menyampaikan program pembangunan kesehatan dalam 100 hari kerja pertama-nya sebagai menteri di DPR RI. Empat Program itu adalah: 1. Pemenuhan hak setiap individu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan program jaminan kesehatan masyarakat dan sebagainya. 2. Peningkatan kesehatan masyarakat melalui percepatan dan pencapaian target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), yaitu mengurangi angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, dan sebagainya. 3. Pencegahan dan penularan menyakit menular dan akibat bencana. 4. Pemerataan dan distribusi tenaga kesehatan di daerah terpencil, kepulauan, perbatasan, dan daerah tertinggal. APRESIASI SIKAP MASYARAKAT Kita sebagai masyarakat sebaiknya bersikap atas keempat program ini adalah sebagai berikut: Pemenuhan hak setiap individu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan...

ambivalensi manajemen pelayanan kesehatan

Mutu Pelayanan Kesehatan; Ambivalensi Antara Kewajiban dan Keinginan (antara penyelenggara dan pemilik) Jonirasmanto, SKM, MKES* Setelah membaca berita “RUMAHSAKIT HARUS BERBENAH” dan “RSD ABUNDJANI BANTAH ABAIKAN FASILITAS” di koran RADAR SARKO saya sebagai manusia kesehatan dengan ini menyampaikan pemikiran yang mungkin mengundang tanya atau pertanyaan lagi. Dan barangkali ini hanya merupakan materi pencerahan yang semoga bermanfaat. Mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh ada tidaknya kritikan dan keluhan dari pasiennya, lembaga sosial atau swadaya masyarakat dan bahkan pemerintah sekalipun. Mutu akan diwujudkan jika telah ada dan berakhirnya interaksi antara penerima pelayanan dan pemberi pelayanan. Jika pemerintah yang menyampaikan kritikan ini dapat berarti bahwa masyarakat mendapatkan legalitas bahwa memang benar mutu pelayanan kesehatan harus diperbaiki. Mengukur mutu pelayanan dapat dilakukan dengan melihat indikator-indikator mutu pelayanan rumahsakit yang ada di beberapa k...